Tim Pengabdian Fakultas Peternakan Universitas Jambi Jalin Kerja Sama dengan Desa Tangkit, Siapkan Edukasi Herbal untuk Sapi Pasca PMK

Muaro Jambi – Tim pengabdian masyarakat Fakultas Peternakan Universitas Jambi (Unja) resmi memulai rangkaian kegiatan di Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini menyasar Kelompok Tani yang tengah menghadapi dampak pasca Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi. Tahap awal dimulai dengan koordinasi dan sosialisasi rencana program bersama pemerintah desa setempat.

Tim pengabdian yang diketuai oleh Ariyani Tanti, S.Pt., M.Si., bersama anggota Prof. Dr. Ir. Sri Arnita Abu Tani, M.S., Ir. Agung Kurnia, S.Pt., M.Si., Winni Liani Daulay, S.Pt., M.Si., dan drh. Sarwo Edi Wibowo, M.Sc. melakukan kunjungan awal ke Desa Tangkit. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan Kepala Desa Tangkit serta Ketua Kelompok Tani.

Dalam pertemuan tersebut, tim menyampaikan rencana program pengabdian yang berfokus pada introduksi pengetahuan tentang tanaman herbal fitofarmaka sebagai upaya mempercepat pemulihan sapi pasca infeksi PMK. Program ini juga mencakup pelatihan pembuatan ramuan herbal sederhana, seperti jamu berbahan jahe, temulawak, serta bawang putih.

Kepala Desa Tangkit menyambut baik inisiatif tim pengabdian. Menurutnya, wabah PMK yang melanda sejak pertengahan tahun 2022 telah menyebabkan penurunan produktivitas sapi secara signifikan. Banyak peternak yang kesulitan memulihkan kondisi ternak akibat keterbatasan pengetahuan dan biaya pengobatan.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Universitas Jambi. Semoga kegiatan ini dapat membantu peternak kami bangkit kembali,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan izin dan dukungan dari pemerintah desa, tim melanjutkan dengan survei awal kebutuhan mitra. Survei dilakukan melalui wawancara singkat dengan beberapa peternak untuk memastikan relevansi materi yang akan disampaikan.


Komentar