Tim Dosen Fakultas Peternakan Universitas Jambi Membekali Peternak dengan Pengetahuan Fitofarmaka untuk Kesehatan Sapi
Tim Dosen Fakultas Peternakan Universitas Jambi Membekali Peternak dengan Pengetahuan Fitofarmaka untuk Kesehatan Sapi
JAMBI 15
Oktober 2026 – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda
sejak tahun 2022 masih menyisakan dampak panjang bagi para peternak sapi. Selain
penurunan bobot badan yang drastis, sapi-sapi yang telah sembuh dari infeksi
virus tersebut seringkali mengalami kondisi tubuh yang lemah dan rentan
terhadap penyakit sekunder. Menjawab permasalahan ini, Tim Pengabdian kepada
Masyarakat (PPM) Fakultas Peternakan Universitas Jambi menggelar kegiatan
sosialisasi dan pelatihan pembuatan jamu herbal fitofarmaka bagi Kelompok Tani
Teratai.
Kegiatan yang diketuai oleh Ariyani Tanti, S.Pt., M.Si., ini bertujuan untuk mengedukasi peternak mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai upaya recovery (pemulihan) pasca-PMK. "Peternak selama ini hanya mengandalkan pakan hijauan seadanya. Padahal, setelah terinfeksi PMK, sapi membutuhkan asupan tambahan untuk memulihkan imunitas dan bobot badannya. Kami memperkenalkan teknologi sederhana berbasis kearifan lokal," ujar Ariyani Tanti, S.Pt., M.Si.
Dalam
kegiatan yang berlangsung di Kediaman Ketua Kelompok Tani Teratai tersebut, tim
pengabdian yang terdiri dari dosen yaitu Prof. Dr. Sri Arnita Abu Tani, M.S., drh. Sarwo Edy Wibowo, M.Sc., Ir. Agung Kurnia, S.Pt., M.Si., dan Winni Liani Daulay, S.Pt., M.Si. serta mahasiswa Fakultas Peternakan
Universitas Jambi ini memperkenalkan formulasi ramuan herbal (jamu) yang mudah
dibuat. Formulasi jamu terdiri dari campuran temulawak, bawang putih, kunyit,
kencur, dan gula merah yang dihaluskan lalu direbus dengan air hingga mendidih.
Kandungan aktif dalam kunyit, bawang putih, dan temulawak ini sangat bermanfaat
untuk meningkatkan nafsu makan, serta memperkuat imunitas ternak terhadap
serangan virus.
Ketua
Kelompok Tani Teratai, Bapak Toha Ansori, menyambut baik kegiatan ini.
Menurutnya, pengetahuan tentang tanaman herbal sangat dibutuhkan mengingat
harga obat-obatan kimia yang mahal dan sulit dijangkau.
Kegiatan
pengabdian ini merupakan bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU)
perguruan tinggi, khususnya dalam hal pemanfaatan hasil riset dosen oleh
masyarakat serta keterlibatan mahasiswa di luar kampus. Diharapkan, melalui
transfer ilmu pengetahuan dan teknologi ini, produktivitas ternak sapi di Desa
Tangkit dapat kembali pulih, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga
setempat.
(Tim
PPM Fakultas Peternakan Universitas Jambi)


Komentar
Posting Komentar